FT Kewarganegaraan - PKn

PKn — Wawasan Nusantara untuk Merawat Keutuhan Bangsa dan Negaraku

Kelas/Semester: VIII / Genap | Kurikulum: Merdeka | T.P.: 2025/2026

Keterangan singkatan:


A. PILIHAN GANDA

1. Arti kata "wawas" dalam bahasa Jawa

Jawaban: C. Pandangan / tinjauan / penglihatan indrawi

Kata wawas dalam bahasa Jawa berarti pandangan, tinjauan, atau penglihatan indrawi. Dari kata ini terbentuk kata wawasan yang berarti konsepsi, cara pandang, tinjauan, penglihatan, dan tanggap indrawi. (Hal. 201, Par. 2)


2. Fungsi Wawasan Nusantara sebagai visi nasional

Jawaban: A. Wawasan Nusantara

Sebagai cara pandang dan visi nasional, wawasan Nusantara harus menjadi pedoman, acuan, dan arahan bagi setiap individu dalam membangun dan memelihara keutuhan NKRI. (Hal. 201, Par. 2)


3. Dasar falsafah Wawasan Nusantara

Jawaban: D. Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945

Wawasan Nusantara didasarkan pada Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945 serta sesuai dengan geografi wilayah Nusantara yang menjiwai kehidupan bangsa dalam mencapai tujuan atau cita-cita nasional. (Hal. 204, Par. 3)


4. Tahun Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa

Jawaban: 1336 M

Sumpah Palapa diucapkan Gajah Mada dalam upacara pengangkatannya menjadi patih di Kerajaan Majapahit pada tahun 1336 M. (Hal. 202)


5. Makna Wawasan Nusantara (tinjauan ke dalam dan ke luar)

Jawaban: A. Tinjauan ke dalam dan ke luar sebagai satu kesatuan


6. Tujuan Wawasan Nusantara (Herdiawanto, dkk.)

Jawaban: A. Meningkatkan rasa nasionalisme

Wawasan Nusantara bertujuan meningkatkan rasa nasionalisme bangsa Indonesia sehingga memiliki kepribadian yang dapat mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. (Hal. 206, Par. 1, K. 1)


7. Hasil Kongres terkait istilah "Indonesia"

Jawaban: B. Penggunaan sebutan "Indonesia" disepakati dalam Kongres Pemuda Kedua tahun 1928

Sesudah penggunaan sebutan Indonesia disepakati dalam Kongres Pemuda Kedua pada tahun 1928, sebutan Nusantara dipakai sebagai sinonim untuk menyebut Kepulauan Indonesia. (Hal. 203)


8. Alasan Wawasan Nusantara penting untuk menumbuhkan nasionalisme

Jawaban: D. Karena wawasan Nusantara mengarahkan bangsa Indonesia untuk mengutamakan kepentingan nasional

Jiwa nasionalisme yang tinggi merupakan pancaran semangat kebangsaan sebagai hasil pemahaman dan penghayatan terhadap wawasan Nusantara oleh seluruh bangsa Indonesia. (Hal. 206, bagian bawah)


9. Pemahaman Wawasan Nusantara menurut Wan Usman

Jawaban: B. Cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan dengan seluruh aspek kehidupannya yang beragam

Wan Usman menyatakan bahwa wawasan Nusantara merupakan cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan dengan seluruh aspek kehidupannya yang beragam. (Hal. 204)


10. Tiga unsur dasar Wawasan Nusantara

Jawaban: A. (1) Isi, (2) Wadah, dan (4) Tata laku

Tiga unsur dasar wawasan Nusantara adalah Wadah (contour), Isi (content), dan Tata laku (conduct). (Hal. 204–206)


11. Alasan posisi Indonesia dikatakan strategis

Jawaban: C. Karena terletak di antara dua samudra (Hindia dan Pasifik) dan dua benua (Asia dan Australia)

Posisi Indonesia makin strategis karena terletak di antara Benua Asia dan Benua Australia serta Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. (Hal. 209)


12. Peraturan kolonial Belanda tahun 1939 tentang wilayah laut Indonesia

Jawaban: TZMKO (Territoriale Zee en Maritieme Kringen Ordonantie)

Pada Pasal 1 Ayat (1) TZMKO yang disusun Belanda pada tahun 1939, laut Indonesia hanya berjarak tiga mil dari garis pantai. (Hal. 210)


13. Negara-negara tetangga yang menyetujui pertambahan luas wilayah Indonesia

Jawaban: B. Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, India, Australia, dan Papua Nugini

Pertambahan luas wilayah tersebut dapat diterima oleh dunia internasional, termasuk negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, India, Australia, dan Papua Nugini. (Hal. 211, Par. 1)


14. Langkah yang sesuai prinsip Wawasan Nusantara dalam pengembangan kawasan wisata (HOTS)

Jawaban: A. Mengembangkan kawasan wisata dengan melibatkan masyarakat lokal

Sesuai prinsip wawasan Nusantara, pembangunan ekonomi harus mengikutsertakan partisipasi rakyat. Pengembangan pariwisata yang melibatkan masyarakat lokal mencerminkan nilai kesatuan ekonomi dan keadilan sosial. (Hal. 219, dikaitkan dengan soal ilustrasi Kota B)


15. Alasan negara berkembang masih menggunakan top-down planning

Jawaban: B. Keterbatasan kualitas sumber daya manusia

Negara-negara berkembang masih melaksanakan top down planning karena keterbatasan kualitas sumber daya manusia. (Hal. 221)


16. Pernyataan yang termasuk perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan politik dan ekonomi

Jawaban: B. Bahwa kekayaan wilayah Nusantara merupakan modal dan milik bersama bangsa

Kekayaan di wilayah Nusantara, baik potensial maupun efektif, merupakan modal dan milik bersama bangsa yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan di seluruh wilayah Indonesia secara merata. (Hal. 215–216)


17. Dampak positif industri kelapa sawit bagi masyarakat lokal (SL)

Jawaban: A. Membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat lokal serta menjadi sumber devisa negara

Adanya industri kelapa sawit di Indonesia dapat membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat lokal serta menjadi sumber penghasil devisa negara. (Hal. 218, Gambar 5.9)


18. Implementasi Wawasan Nusantara dalam strategi ekonomi menghadapi ancaman global (HOTS + SL)

Jawaban: D. Memperkuat kerja sama regional dan internasional serta menjaga kedaulatan negara melalui hubungan diplomasi dan pertahanan yang terintegrasi

Dalam konteks pertahanan dan keamanan menghadapi ancaman global, wawasan Nusantara mendorong penguatan kerja sama dan diplomasi, bukan isolasionisme atau militarisasi berlebihan.


19. Dampak kapitalisme sebagai tantangan pelaksanaan Wawasan Nusantara

Jawaban: C. Pasar tradisional kalah bersaing dengan supermarket dan minimarket

Era baru kapitalisme berkembang menjadi strategi baru yang menekan negara-negara berkembang, mengakibatkan ketidaksetaraan sosial dan ekonomi — salah satunya terlihat dari terdesaknya pasar rakyat oleh ritel modern. (Hal. 222)


20. Kegiatan yang mencerminkan semangat Wawasan Nusantara di sekolah (SL)

Jawaban: A. Mengadakan pentas seni yang menampilkan seni dan tradisi dari berbagai daerah di Indonesia

Kegiatan pentas seni daerah di sekolah mencerminkan semangat persatuan dalam keberagaman, sesuai konsepsi wawasan Nusantara.


B. ISIAN

I1. Pengertian Wawasan Nusantara

Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya yang didasarkan pada Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945 serta sesuai dengan geografi wilayah Nusantara yang menjiwai kehidupan bangsa dalam mencapai tujuan atau cita-cita nasional. (Hal. 204, Par. 3, K. 2)


I2. Kitab sejarah yang memuat Sumpah Palapa

Kitab Pararaton (raja-raja) (Hal. 202)


I3. Lokasi Monumen Patih Gajah Mada

Mojokerto (Hal. 203)


I4. Tokoh yang menghidupkan kembali istilah "Nusantara"

Ki Hadjar Dewantara (Raden Mas Soewardi Soerjaningrat) (Hal. 203)


I5. Pasal yang menjelaskan konsep Nusantara sebagai konsepsi ketatanegaraan

Pasal 25A UUD NRI Tahun 1945

"Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sebuah negara kepulauan yang berciri Nusantara dengan wilayah yang batas-batas dan hak-haknya ditetapkan dengan undang-undang." (Hal. 204)


I6. Tiga unsur dasar Wawasan Nusantara

  1. Wadah (contour) — wilayah/tempat dengan kekayaan alam, penduduk, dan keberagaman budaya
  2. Isi (content) — aspirasi bangsa, cita-cita dan tujuan nasional dalam Pembukaan UUD NRI 1945
  3. Tata laku (conduct) — hasil interaksi wadah dan isi; mencakup tata laku batiniah (jiwa, semangat) dan lahiriah (tindakan, perilaku) (Hal. 204–206)

I7. Makna Wawasan Nusantara sebagai visi bangsa Indonesia

Wawasan Nusantara sebagai visi bangsa berarti wawasan Nusantara menjadi penyokong konsep dasar dari sistem ketatanegaraan NKRI untuk mewujudkan bangsa dengan wilayah yang berasaskan kesatuan serta keutuhan. Visi bangsa Indonesia adalah menjadi bangsa dengan wilayah yang berasaskan kesatuan serta keutuhan, dan wawasan Nusantara memiliki relevansi dengan masa depan bangsa. (Hal. 207, No. 5)


I8 & I9. Asas-asas Wawasan Nusantara (Canva)

(Kosongkan — akan dilampirkan dari Canva)

Asas Wawasan Nusantara antara lain:

  1. Asas Kepentingan/Tujuan yang Sama
  2. Asas Keadilan
  3. Asas Kejujuran
  4. Asas Solidaritas
  5. Asas Kerja Sama
  6. Asas Kesetiaan

I10. Alinea Pembukaan UUD NRI 1945 yang memuat tujuan dan kepentingan nasional

Alinea ke-4


I11. Tujuan utama Deklarasi Djuanda (SL + Hal. 210)

Tujuan utama Deklarasi Djuanda (13 Desember 1957) adalah menyatukan seluruh wilayah kepulauan Indonesia sebagai satu kesatuan wilayah NKRI, dengan menetapkan batas laut Indonesia sejauh 12 mil dari garis pantai (menggantikan TZMKO yang hanya 3 mil), sehingga laut di antara pulau-pulau Indonesia menjadi bagian integral dari wilayah Indonesia dan bukan lagi laut bebas.


I12. Manfaat penerimaan konsep Nusantara di forum internasional di bidang wilayah

Terjaminnya integritas wilayah teritorial Indonesia. Laut Nusantara yang semula dipandang sebagai "laut bebas" menjadi bagian integral wilayah Indonesia. Selain itu, pengakuan atas landas kontinen dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) menyebabkan penambahan luas wilayah yang signifikan, sehingga sumber daya alam (minyak bumi, gas bumi, mineral) dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan bangsa. (Hal. 210, Par. 1, K. 1)


I13. Jumlah pulau Indonesia berdasarkan BPS

17.001 pulau (BPS, 2023) (Hal. 211)


I14. Contoh pelaksanaan masing-masing bidang Wawasan Nusantara (HOTS — Hal. 215–220)

Bidang Contoh Pelaksanaan
Politik Melaksanakan pemilu secara demokratis dan adil; menghormati HAM dan pluralisme
Ekonomi Memberikan fasilitas kredit mikro untuk usaha kecil; pemerataan pembangunan antardaerah
Sosial Budaya Pemerataan pendidikan di daerah tertinggal; pelestarian cagar budaya dan museum
Pertahanan & Keamanan Membangun TNI yang profesional; melaporkan ancaman kepada aparat berwenang

I15. Pernyataan perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan politik dan ekonomi

(Lihat jawaban PG No. 16)

Politik: Bahwa kebulatan wilayah Indonesia dan seluruh isinya merupakan satu kesatuan wilayah, wadah, ruang hidup, dan kesatuan matra seluruh bangsa Indonesia.

Ekonomi: Bahwa kekayaan di wilayah Nusantara merupakan modal dan milik bersama bangsa yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan seluruh wilayah Indonesia secara merata. (Hal. 215–216)


I16. Dampak tidak meratanya pembangunan nasional terhadap persatuan bangsa

Kondisi pembangunan nasional yang belum merata dapat menimbulkan kemiskinan dan kesenjangan sosial di masyarakat. Hal ini akan mengancam kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia karena menimbulkan rasa ketidakadilan, kecemburuan antardaerah, dan potensi konflik sosial. (Hal. 221)


I17. Contoh ancaman fisik dari luar dalam konteks ketahanan nasional (SL)

Contoh ancaman fisik dari luar: Agresi militer/invasi bersenjata dari negara asing, misalnya serangan terhadap wilayah perbatasan atau pencurian ikan (illegal fishing) oleh kapal asing di ZEE Indonesia.


I18. Pengertian pemberdayaan masyarakat

Menurut Permendagri RI No. 7 Tahun 2007, pemberdayaan masyarakat adalah suatu strategi yang digunakan dalam pembangunan masyarakat sebagai upaya mewujudkan kemampuan dan kemandirian dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. (Hal. 222, K. 1)


I19. Dampak negatif mementingkan kepentingan pribadi di atas kepentingan nasional (HOTS + SL)

Masyarakat yang lebih mementingkan kepentingan pribadi dibandingkan kepentingan umum bangsa dan negara akan menyebabkan terhambatnya pencapaian tujuan persatuan dan kesatuan bangsa. Dampak lainnya antara lain: melemahnya semangat gotong royong, munculnya korupsi, menurunnya kesadaran bela negara, dan terpecahnya kohesi sosial yang menjadi fondasi keutuhan NKRI. (Hal. 222)


I20. Contoh kegiatan yang mencerminkan semangat Wawasan Nusantara di masyarakat dan sekolah (SL)

Di sekolah:

Di masyarakat:


C. URAIAN / ESAI

U1. Siapa Gajah Mada dan mengapa ia dianggap tokoh penting dalam sejarah Indonesia (Hal. 202 + SL)

Gajah Mada adalah seorang Patih Amangkubumi Kerajaan Majapahit yang diangkat pada tahun 1336 M. Ia dianggap tokoh penting dalam sejarah Indonesia karena:

  1. Ia mengucapkan Sumpah Palapa, yaitu sumpah untuk tidak melepaskan puasa (tidak menikmati kenikmatan duniawi) sebelum berhasil mempersatukan seluruh Nusantara di bawah kekuasaan Majapahit.
  2. Sumpah tersebut mencerminkan semangat persatuan wilayah Nusantara, yang menjadi inspirasi konsep wawasan Nusantara modern.
  3. Ia berhasil mewujudkan sumpahnya selama 21 tahun (1336–1357 M), memperluas wilayah kekuasaan Majapahit hingga mencakup sebagian besar kepulauan yang kini menjadi wilayah Indonesia.
  4. Istilah "Nusantara" pertama kali dikenal luas melalui Sumpah Palapa yang ia ucapkan, sehingga ia menjadi sosok yang sangat berkaitan dengan identitas kebangsaan Indonesia.

U2. Perbedaan penggunaan istilah "Nusantara" pada dua periode sejarah (Hal. 202, bawah – Hal. 203)

Periode Penggunaan Istilah "Nusantara"
Masa kejayaan Majapahit (abad ke-14) Digunakan untuk menyebut pulau-pulau di luar Pulau Jawa yang sebagian besar sudah dikuasai Kerajaan Majapahit. Jadi, Nusantara bersifat eksklusif — merujuk pada wilayah taklukan di luar Jawa.
Masa perjuangan kemerdekaan Indonesia Digunakan untuk menggambarkan seluruh wilayah kepulauan yang terbentang dari Sumatra sampai Papua, yang sekarang sebagian besarnya termasuk wilayah Negara Indonesia. Nusantara menjadi sinonim inklusif untuk seluruh kepulauan Indonesia.

Perubahan ini juga dipengaruhi oleh Ki Hadjar Dewantara yang pernah mencoba menghidupkan kembali istilah Nusantara untuk menggantikan sebutan Hindia Belanda. Setelah Kongres Pemuda Kedua 1928 menyepakati sebutan "Indonesia", kata Nusantara kemudian berfungsi sebagai sinonim yang mengacu pada wilayah (sebaran pulau) di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.


U3. Makna Wawasan Nusantara berdasarkan tinjauan ke dalam dan ke luar (Hal. 206)

Tinjauan ke dalam (inward looking):
Wawasan Nusantara dipandang sebagai konsepsi kewilayahan negara sebagai satu kesatuan politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pertahanan keamanan untuk menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara serta penyelenggaraannya dalam mewujudkan tujuan nasional. Artinya, secara internal seluruh rakyat Indonesia harus memandang diri mereka sebagai satu kesatuan yang utuh.

Tinjauan ke luar (outward looking):
Wawasan Nusantara merupakan konsepsi kewilayahan negara sebagai satu kesatuan dalam konstelasi internasional, guna mendukung tercapainya kepentingan nasional. Artinya, Indonesia berinteraksi dengan dunia internasional sebagai satu entitas yang berdaulat dan utuh demi kepentingan nasional.


U4. Alasan mengapa Wawasan Nusantara berkedudukan sebagai visi bangsa Indonesia (Hal. 207, No. 5, Par. 1, K. 3)

Wawasan Nusantara berkedudukan sebagai visi bangsa Indonesia karena:

  1. Relevansi dengan masa depan: Wawasan Nusantara mempunyai relevansi dengan masa depan bangsa Indonesia — ia bukan sekadar konsep historis, melainkan panduan ke depan.
  2. Sebagai ajaran yang diyakini kebenarannya: Wawasan Nusantara merupakan ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh rakyat agar tidak terjadi penyesatan dan penyimpangan dalam mencapai cita-cita nasional.
  3. Penyokong sistem ketatanegaraan: Wawasan Nusantara memiliki kedudukan sebagai penyokong konsep dasar dari sistem ketatanegaraan NKRI.
  4. Visi yang konkret: Visi bangsa Indonesia adalah menjadi bangsa dengan wilayah yang berasaskan kesatuan serta keutuhan — hal ini hanya bisa diwujudkan melalui panduan wawasan Nusantara.
  5. Posisi dalam paradigma nasional: Dalam stratifikasi paradigma nasional, wawasan Nusantara menempati posisi sebagai landasan visional (di bawah landasan ideal Pancasila dan landasan konstitusional UUD 1945, tetapi di atas landasan operasional ketahanan nasional).

U5. Strategi penerapan nilai Wawasan Nusantara menghadapi tantangan dunia maya (hoaks, separatisme, klaim budaya) (SL)

Tantangan dunia maya merupakan bagian dari tantangan globalisasi yang dihadapi wawasan Nusantara. Strategi penerapannya mencakup:

  1. Literasi digital: Meningkatkan kemampuan kritis masyarakat dalam memilah informasi, sehingga tidak mudah terpapar hoaks yang dapat memecah belah persatuan bangsa.

  2. Penguatan identitas budaya: Aktif mempromosikan budaya lokal di platform digital sebagai bentuk klaim dan pelestarian, sehingga budaya Indonesia tidak mudah diklaim oleh pihak asing.

  3. Kontra-narasi separatisme: Pemerintah dan masyarakat bersama-sama menyebarkan narasi persatuan, keadilan sosial, dan kebhinekaan melalui media sosial untuk melawan konten separatis.

  4. Peran pendidikan: Menanamkan nilai-nilai wawasan Nusantara sejak dini melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila, sehingga generasi muda memiliki fondasi ideologis yang kuat.

  5. Kerja sama platform digital: Mendorong kerja sama antara pemerintah dan platform media sosial untuk menghapus konten yang mengancam persatuan dan kedaulatan NKRI.

  6. Diplomasi budaya digital: Mendaftarkan warisan budaya ke UNESCO dan mengaktivasinya secara digital sebagai bentuk perlindungan terhadap klaim budaya oleh negara lain.


Catatan: Soal berlabel (SL) dan (Canva) mungkin memerlukan sumber tambahan atau lampiran dari guru. Soal (HOTS) membutuhkan elaborasi analitis tambahan sesuai konteks kelas.

Powered by Forestry.md